PAT untuk Reaksi Klik Cycloaddition
Zhang, Y., Lai, W., Xie, S. Q., Zhou, H., & Lu, X. (2021b). Sintesis yang mudah, struktur, dan sifat poli (thioether-co-carbonate) yang bersumber CO2 yang mengandung liontin asetil melalui polimerisasi klik thio-ene. Kimia Polimer, 13(2), 201–208. https://doi.org/10.1039/d1py01477c
Polikarbonat alifatik terbukti signifikan dalam aplikasi biomedis dan sintesis APC baru diteliti secara aktif. Dalam karya ini, poli (thioether-co-carbonate) disintesis dengan gugus asetil yang melekat pada kelompok vinil yang difungsikan bis- dan tris-β-oxo-carbonates. Polikarbonat alifatik dengan tio-linkage dalam rantai utama dan liontin asetil di setiap unit berulang disiapkan melalui polimerisasi klik tiol-ene yang diinduksi fotokimia dari bis- dan tris-vinil-β-oxo-karbonat dengan bisthiol primer. Polikarbonat ini mudah didepolimerisasi dalam kondisi ringan menggunakan t-butil peroksida, menghasilkan karbonat siklik dan poliol yang disubstitusi peroksi. Degradasi ini ditunjukkan menggunakan FTIR in-situ.
Pita peregangan C=O dalam polimer diidentifikasi timbul dari karbonat (1746 cm−1) dan dari gugus asetil yang melekat (1723 cm−1). Pita penyerapan C=O ini berkurang dari waktu ke waktu setelah 1,5,7-triazabicyclo[4.4.0]dec-5-ene (TBD) dan tert-butyl hydroperoxide (TBHP) ditambahkan ke sistem reaksi. Kehadiran bagian atas baru pada 1809 cm−1 yang timbul dari pita peregangan C=O dari karbonat siklik dikaitkan dengan pembentukan karbonat bissiklik yang difungsikan peroksi, dan mencerminkan degradasi polimer.
FTIR In-Situ untuk Elastomer Termoplastik
Bretzler, V., Grübel, M., Meister, S., & Rieger, B. (2014b). Kopolimer bolak-balik yang mengandung PDMS diperoleh dengan polimerisasi klik. Kimia dan Fisika Makromolekul,215(14), 1396–1406. https://doi.org/10.1002/macp.201400178
Penelitian ini menyoroti keunggulan elastomer termoplastik (TPE) dibandingkan polimer elastomer ikatan silang secara kimiawi yang membutuhkan katalis mahal dan memerlukan pertimbangan tambahan. TPE menawarkan manfaat dalam pemrosesan termal, menjadikannya pilihan yang berharga untuk aplikasi seperti pencetakan 3D dan cetakan injeksi. Khususnya, penelitian ini menunjukkan bahwa poli(dimethylsiloxane) dapat digunakan sebagai segmen dalam TPE, dan reaksi klik CuAAC dapat membangun polimer linier berdasarkan PDMS.
Penulis memperluas penelitian ini dengan menampilkan penggabungan berbagai fungsi dalam kopolimer bolak-balik yang mengandung PDMS melalui reaksi CuAAC, yang menghasilkan pembentukan TPE dengan sifat yang beragam. Penulis mengeksplorasi hubungan struktur-properti, yang bergantung pada segmen oligosiloxane yang difungsionalisasi azido yang berbeda, serta geometri dari berbagai komonomer dialkyne yang digunakan dalam polimerisasi.
Spektrometer FTIR in-situ ReactIR memberikan wawasan tentang kinetika polimerisasi dengan melacak peluruhan fungsionalitas azida selama reaksi. Selanjutnya, pengukuran FTIR in-situ menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam laju reaksi polimerisasi dengan penambahan satu ekuivalen tridentate triazol ligan tris ((1-benzyl-1H-1,2,3-triazol-4-yl) methyl) amine (TBTA) ke reaksi CuAAC. Selain itu, rasio optimal ligan-ke-logam untuk mencapai efek akselerasi ditentukan antara 0,5 hingga 1,0 eq, menghasilkan laju reaksi tertinggi. Studi ini menjelaskan potensi TPE dan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang sifat dan kemampuannya.